Tuesday, November 14, 2023
P.S. I Still Love Myself
Monday, November 28, 2022
The Five Stage of Grieve
The five stage of grieve merupakan hal yang wajar dilalui.
Kehidupan tidak terlepas dari perpisahan atau kematian dan diperlukan sebuah proses untuk menerima perasaan tersebut. Elizabeth Kubler-Ross M.D. dan David Kessler, dalam bukunya yang berjudul ‘On Grief and Grieving : Finding the Meaning of Grieve Through the Five Stage of Loss’, mengatakan bahwa ada lima tahapan yang akan dilalui seseorang dalam melewati ujian yang dilalui.
A. Denial
Pada tahapan ini, seseorang akan terlihat tidak percaya dengan apa yang ia dengar dan lihat. Mempertanyakan keadaan seperti: Is it true? Did it really happen? Are they really gone?
B. Anger
Marah pada diri sendiri ataupun marah kepada orang lain, serta marah kepada Tuhan atas kenyataan yang ada didepan mata. Kutipan yang perlu digaris bawahi adalah :
- If we ask people to move through their anger too fast, we only alienate them. (Halaman 26)
* Pada poin ini berbicara pentingnya kita merangkul seseorang yang sedang marah pada kenyataan, pentingnya kita mendengar tanpa menghakimi apa yang ia rasakan
- Anger is strength and it can be an anchor, giving temporary structure to the nothingness of loss. (Halaman 27)
- Do not bottle up anger inside. Instead, explore it. (Halaman 28)
C. Bargaining
“Seadainya…” merupakan kata yang mungkin terlontar dalam tahap ini.
D. Depression
Perlu diketahui, bahwa depresi pada tahap ini merupakan hal yang normal, bukan tanda dari mental illness.
- But in grief, depression is a way of a nature to keep us protected by shutting down the nervous system so that we can adapt to something we cannot handle. (Halaman 32)
- It slows us down and allows us to take real stock of the loss. . (Halaman 34)
E. Acceptance
Penerimaan terhadap sesuatu yang telah terjadi bukanlah tahap akhir, hal ini dapat memakan waktu tahunan.
- It’s about acknowledging all that has been lost and learning to live with that loss (Halaman 36)
- …. But there is always a struggle that leads us to our own personal and unique acceptance. (Halaman 37)
Pada akhirnya, kita tetap harus melanjutkan hidup, namun itu semua tidak bisa dilakukan apabila kita tidak memberi waktu pada diri sendiri untuk merasakan semua perasaan itu. Selamat berproses!
P. S. Revisi terbaru, ada 7 tahap dalam proses grieving : shock, denial, anger, bargaining, depression, testing, and acceptance.
You may also check this website : https://grief.com/the-five-stages-of-grief/
Thursday, January 27, 2022
Siapa Aku?
"Aku sudah dewasa, rupanya." adalah kalimat yang terlintas dalam pikiran saat ini.
"Memangnya kenapa kalau sudah dewasa?"
"Tidak, tidak apa-apa. Hanya saja, aku merasa waktu berjalan sangat cepat, hingga aku menyadari bahwa aku akan selalu ditempa oleh berbagai ujian kehidupan kedepannya."
"Bukankah itu hal yang wajar? Apa yang kamu khawatirkan?"
"Aku hanya mengkhawatirkan bila suatu saat.... diriku bukanlah diriku.
Aku khawatir, aku akan kehilangan jati diriku.
Aku khawatir, aku akan lupa tujuanku untuk memulai kehidupan.
Aku khawatir, bila aku terjatuh, aku lupa untuk bangkit dan memulai langkah kembali.
Apakah wajar bila aku mengkhawatirkan itu semua?"
"Menurutku itu adalah hal yang....." Tiba-tiba kalimat itu terhenti dan tidak sempat dilanjutkan.
-------
Hai, selamat tahun baru!
Usiamu di dunia tahun ini resmi bertambah satu tahun. Bagaimana perasaanmu?
Kuharap, kau akan selalu bersiap dalam menghadapi setiap langkah di kehidupanmu.
Kau boleh beristirahat, kok, kalau kau mau. Life isn't easy, right?
Di usiamu saat ini, kau mulai memikirkan banyak hal kan?
Lanjut sekolah? Berkeluarga? Nikah? Punya tabungan? Punya pekerjaan? Investasi? And so on....
Even though you don't reach your goals now, you are still yourself. You are so brave, an amazing person.
Jangan kecewa bila, mungkin, akan ada hal yang tidak sesuai dengan ekspektasimu. Itu adalah proses kehidupan. Nikmati saja. Tidak perlu terburu-buru kok.
Untukmu yang membaca tulisan ini, terima kasih telah bertahan hingga saat ini.
Siapapun dirimu (ya, termasuk aku), aku akan selalu sampaikan doa dan harapan agar kita semua bisa mencapai semua cita-cita yang didambakan.
Sampai bertemu kembali!
- by Irna
Wednesday, November 10, 2021
Gadis Minimarket, Potret Wanita yang Berbeda di Mata Masyarakat
"Cover yang menarik.", ujarku dalam hati

Sumber : ebooks.gramedia.com
"Memangnya ada yang salah jika kita memiliki jalan hidup yang berbeda?", mungkin inilah yang ingin ditegaskan dalam novel karya Sayaka Murata yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh Gramedia.
Novel setebal 159 halaman ini menceritakan seorang wanita benama Keiko Furukura, yang berusia 36 tahun, menjadi pegawai tidak tetap di sebuah minimarket, lajang, dan belum pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Ia digambarkan sebagai sosok yang 'berbeda' dari orang kebanyakan sejak kecil. Pun karena sikap dan pemikirannya yang berbeda inilah membuatnya dianggap aneh dan selalu disarankan untuk berkonsultasi ke psikolog. Hingga suatu hari, ia memutuskan untuk menjadi manusia 'normal' dengan bantuan buku petunjuk pegawai. Namun, apakah ia dapat mengubah dirinya? Akankah ia menemukan arti hidupnya?
Penggambaran sosok Keiko-san mungkin mewakili banyak wanita. Ya, dianggap tidak normal, selalu ditanya mengenai alasan mengapa dirinya yang tak kunjung menikah dan mencari pekerjaan tetap, membuatnya sulit untuk menjadi bagian dari masyarakat pada umumnya. Ia tidak paham, mengapa orang mempemasalahkan pilihan hidupnya, sedangkan dirinya merasa baik-baik saja.
Saya mengapresiasi penggunaan bahasa yang lugas. Saya berkali-kali tertampar dengan pemikiran dan ketenangan Keiko-san dalam menghadapi berbagai situasi yang ia hadapi. Novel ini sarat akan kritik sosial atas orang-orang yang merasa dirinya memiliki kehidupan yang normal dan dengan mudah menghakimi mereka yang tidak mempunyai prinsip hidup yang tidak sejalan.
Thursday, September 9, 2021
Hometown Cha Cha Cha : Manisnya Cinta di Pedesaan Korea a la FTV
Hai teman teman, sudah lama saya tidak menulis di blog ini. Apa kabar teman-teman? Semoga kita semua senantiasa selalu dalam lindungan-Nya. Amin..
Teman-teman, mungkin banyak diantara kalian kalau yang rajin lihat review atau cuplikan drama Hometown Cha Cha Cha, baik di Twitter, Instagram, Youtube, TikTok ataupun Netflix sebagai distributor drama ini. Ya, drama ini merupakan drama yang on going yang ringan dan sangat related dalam kehidupan sehari-hari (walaupun, Hong Du-shik yang diperankan oleh Kim Seon-ho sepertinya sulit untuk ditemui dikehidupan nyata, haha). Oke, sekarang lanjut ke reviewnya.
![]()
Sumber Gambar : https://en.wikipedia.org/wiki/Hometown_Cha-Cha-Cha
*awas spoiler*
Drama ini mengisahkan seorang dokter gigi muda bernama Yoon Hye-jin (yang diperankan oleh Shin Mina) yang mengalami masalah dengan senior sekaligus atasan di klinik tempat ia bekerja karena disinyalir sang senior me mark up perawatan yang diberikan pada pasiennya. Hal ini membuat Hye-jin marah dan secara tidak sadar, membuka keburukan seniornya di forum online dokter gigi. Walhasil, ia diputuskan dari pekerjaannya dan di black list oleh seluruh klinik di Seoul (si senior punya pengaruh besar).
Singkat cerita, ia akhirnya memutuskan untuk melakukan perjalanan ke pedesaan tempat ia terakhir berlibur bersama ayah dan ibunya. Di desa itulah, ia bertemu dengan seorang pria serba bisa bernama Hong Du-shik. Pertemuan mereka yang penuh dengan ketidaksengajaan ini, membuat Hye-jin mempertimbangkan dirinya untuk menetap di desa tersebut sekaligus memulai hari barunya sebagai dokter gigi disana.
Oke, drama sejujurnya sangat sangat dikemas dengan baik. Banyak nilai yang dapat dipetik, yaitu :
1. Pentingnya membangun koneksi dengan warga sekitar, apalagi bagi seorang asing di daerahnya. Untuk itu, kenali adat istiadat dan berbaik-baiklah dengan masyarakat.
2. Percayalah, kesan pasien terhadap perawatan yang diberikan dari mulut ke mulut (masih) menjadi penentu perkembangan praktik.
3. Komunikasi penting sekali. Kemampuan untuk membujuk masyarakat yang mungkin masih menganggap bahwa kesehatan bukan prioritas utama sangat sangat diperlukan. Saya suka saat Hye-jin mencoba membujuk seorang nenek untuk melakukan perawatan.
Dan peran Hong Du-shik disini begitu penting bagi Hye-jin. Why? Disini saya menganggap Du-shik sebagai seseorang yang punya pengaruh di daerahnya karena berkat Du-shik lah, ia bisa mendapat tempat praktik, mendapat info mengenai pertemuan dengan warga sekitar (yang mana Du-shik harus setengah memaksa Hye-jin), dan mengenal masalah serta karakter warga sekitar. Ya, intinya semua orang disana pasti mau mendengar saran dari Du-shik. 👉 Selamat mbak Hye-jin, sasaran advokasimu sudah tepat!
Anyway, 12 episode masih tersisa, so stay tuned! Saya tidak sabar tunggu Hye-jin dan Du-shik digosipin sedesa, hahaha.
*Ya Allah, sisakan seseorang seperti Du-shik di dunia nyata :))
Wednesday, June 30, 2021
The Midnight Library as one of (My) Reasons to Stay Alive
“Seandainya kalian diberi kesempatan untuk memperbaiki masa lalu, apa yang akan kalian lakukan?”
Kalimat pembuka diatas akan menjadi pembahasan dari salah satu novel karta Matt Haig berjudul ‘The Midnight Library’ atau kalau di bahasa Indonesia kan menjadi ‘Perpustakaan Tengah Malam’. Teman-teman bisa cek rating dan review buku ini di goodreads.com (karena kalau mau baca buku impor atau terjemahan, biasanya cek dari laman ini dulu).

Sumber : ebooks.gramedia.com
*Let the spoiler begin*
Singkat cerita, seorang wanita bernama Nora Seed merasa di titik kehidupan terendahnya. Semuanya berubah semenjak kematian dari sang ayah, yang akhirnya berbuntut panjang hingga saat ini. Saat ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, tiba-tiba ia berada pada sebuah Perpustakaan Malam yang berada dibawah pengawasan pustakawati di SMAnya , yang membantunya untuk membuka hal-hal yang ia sesali dan hal-hal yang ia inginkan. Pertanyaan selanjutnya… Apakah Nora Seed mampu mendapat dan merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya?
Oke, saya harus akui bahwa novel ini mungkin tidak sarat akan konflik yang rumit, tapi yang menarik adalah banyaknya kutipan dari para filsuf (disini diceritakan kalau Nora Seed merupakan lulusan filsafat).
“Satu-satunya jalan untuk belajar adalah dengan dengan hidup”
atau salah satu pernyataan anti-filsafat yang dapat dikutip
“Kau tidak perlu mengerti kehidupan. Kau hanya perlu menjalaninya.”
Novel ini bisa dikatakan ringan dan konflik yang dialami oleh Nora berkaitan dengan kehidupan kita (ya, cukup menyentuh) tapi disisi lain memang ada beberapa kalimat yang mungkin perlu dicerna secara mendalam. Setidaknya buku ini bisa dijadikan bacaan ringan menjelang tidur. Namun, saya sendiri masih bertanya-tanya, apa dan mengapa Nora Seed diberi kesempatan untuk berada di Perpustakaan Tengah Malam? Baiklah, menurut saya, ini adalah gambaran seumpama apabila kita mendapat kesempatan untuk menjalani kehidupan yang berbeda. Intinya, apapun jalan hidup yang kita tempuh saat ini adalah pilihan yang tepat dan patutlah kita selalu berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi.
Baik, terima kasih telah membaca ulasan singkat dari novel ini.
P.S : sekarang lagi membaca buku ‘Reasons to Stay Alive’ atau ‘Alasan untuk Tetap Hidup’ dari Matt Haig juga.
Monday, June 28, 2021
Aplikasi Mencari Teman Seluruh Dunia dengan Ablo
Program pembatasan (kembali) saat ini membuat banyak aktivitas terhenti dan akhirnya harus mencari kesibukan di dalam rumah. Mulai dari baca buku, buka media sosial, nonton film dan serial, sampai akhirnya memutuskan untuk mempelajari Bahasa Inggris. Iseng-iseng mencari rekomendasi aplikasi untuk belajar Bahasa Inggris, akhirnya pilihan jatuh pada Ablo.
Aplikasi ini bisa dibilang memiliki keamanan yang lebih tinggi dibanding aplikasi lain karena peraturan cukup ketat. Awalnya, aplikasi ini akan menawarkan kita untuk bertemu dengan berbagai masyarakat dibelahan dunia lain, seolah olah pesawat kertas. Nah, setelah akhirnya chat dan setuju untuk berteman, kita bisa menambahkan kontak dari orang tersebut ke dalam ‘message’.
Kelebihan dari aplikasi ini
1. Kita tidak perlu mendaftarkan nomor telepon, cukup menggunakan email
2. Kita dapat menulis pesan dengan bahasa yang kita kuasai (misalkan Bahasa Indonesia atau Inggris), kemudian akan diterjemahkan secara otomatis. Begitupula sebaliknya (walaupun ya banyak kesalahan pada terjemahannya, tapi cukup membantu)
3. Tidak diharuskan untuk memasang profile picture
4. Aturan yang sangat ketat. Apabila kita mendapat pesan yang kurang menyenangkan a.k.a creepy a.k.a mesum (soalnya banyak yang tetap bandel), bisa langsung dilaporkan dan akun orang tersebut dapat dibekukan bahkan mungkin tidak bisa digunakan lagi. --> review aplikasi bisa dibaca di play store
Nah, pengalaman selama 3 hari menggunakan aplikasi ini cukup menyenangkan. Bisa diperkirakan kebanyakan berusia belasan hingga akhir 20an penggunanya. Selain itu, entah kebanyakan kok laki-laki ya… Haha. Banyak topik yang menarik yang dapat dibicarakan, mulai dari COVID (ini sebagai ice breaker aja sih), agama Islam (ini keren sih, ada yang bertanya mengenai penggunaan hijab, mahram, sampai apakah boleh ke salon buat potong rambut atau tidak), basa-basi (ada yang tanya tipe laki-laki juga ada), purely mau belajar Bahasa Inggris,
k-popers, sampai curhat tentang kesehatan mental juga ada.
Namun hal yang harus diperhatikan adalah tetap berhati-hati karena tidak sedikit alias banyak sekali akun mesum sampai harus melaporkan sebanyak 8 akun dalam 3 hari :). Sebuah pencapaian yang luar biasa bukan?
Kesimpulannya akun ini direkomendasikan untuk yang mau berkenalan dengan berbagai orang, tapi tetap patuhi peraturan, harus siapkan mental dan berhati-hati. Sekedar saran, kalau ada yang tanya informasi pribadi (mulai dari akun Facebook, nomor WA, Instagram, atau yang minta kirim foto) baiknya jangan dikasih sampai benar-benar yakin kalau orang yang kita hubungi adalah orang yang dapat dipercaya. Satu lagi, ini bukan akun untuk cari teman kencan seperti akun sebelah ya (ini sudah ditegaskan juga sama pihak moderator Ablo).
Sekian dan terima kasih, jangan lupa jaga kesehatan dan prokes selalu!