Thursday, January 27, 2022

Siapa Aku?

"Aku sudah dewasa, rupanya." adalah kalimat yang terlintas dalam pikiran saat ini.

"Memangnya kenapa kalau sudah dewasa?" 

"Tidak, tidak apa-apa. Hanya saja, aku merasa waktu berjalan sangat cepat, hingga aku menyadari bahwa aku akan selalu ditempa oleh berbagai ujian kehidupan kedepannya."

"Bukankah itu hal yang wajar? Apa yang kamu khawatirkan?"

"Aku hanya mengkhawatirkan bila suatu saat.... diriku bukanlah diriku. 

Aku khawatir, aku akan kehilangan jati diriku.

Aku khawatir, aku akan lupa tujuanku untuk memulai kehidupan.

Aku khawatir, bila aku terjatuh, aku lupa untuk bangkit dan memulai langkah kembali.

Apakah wajar bila aku mengkhawatirkan itu semua?"

"Menurutku itu adalah hal yang....." Tiba-tiba kalimat itu terhenti dan tidak sempat dilanjutkan.

-------

Hai, selamat tahun baru!

Usiamu di dunia tahun ini resmi bertambah satu tahun. Bagaimana perasaanmu?

Kuharap, kau akan selalu bersiap dalam menghadapi setiap langkah di kehidupanmu.

Kau boleh beristirahat, kok, kalau kau mau. Life isn't easy, right?

Di usiamu saat ini, kau mulai memikirkan banyak hal kan? 

Lanjut sekolah? Berkeluarga? Nikah? Punya tabungan? Punya pekerjaan? Investasi? And so on....

Even though you don't reach your goals now, you are still yourself. You are so brave, an amazing person.

Jangan kecewa bila, mungkin, akan ada hal yang tidak sesuai dengan ekspektasimu. Itu adalah proses kehidupan. Nikmati saja. Tidak perlu terburu-buru kok.

Untukmu yang membaca tulisan ini, terima kasih telah bertahan hingga saat ini. 

Siapapun dirimu (ya, termasuk aku), aku akan selalu sampaikan doa dan harapan agar kita semua bisa mencapai semua cita-cita yang didambakan.

Sampai bertemu kembali!

- by Irna

Wednesday, November 10, 2021

Gadis Minimarket, Potret Wanita yang Berbeda di Mata Masyarakat


"Cover yang menarik.", ujarku dalam hati

Jual Buku Gadis Minimarket (Convenience Store Woman) oleh Murata Sayaka -  Gramedia Digital Indonesia

Sumber : ebooks.gramedia.com

"Memangnya ada yang salah jika kita memiliki jalan hidup yang berbeda?", mungkin inilah yang ingin ditegaskan dalam novel karya Sayaka Murata yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh Gramedia. 

             Novel setebal 159 halaman ini menceritakan seorang wanita benama Keiko Furukura, yang berusia 36 tahun, menjadi pegawai tidak tetap di sebuah minimarket, lajang, dan belum pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Ia digambarkan sebagai sosok yang 'berbeda' dari orang kebanyakan sejak kecil. Pun karena sikap dan pemikirannya yang berbeda inilah membuatnya dianggap aneh dan selalu disarankan untuk berkonsultasi ke psikolog. Hingga suatu hari, ia memutuskan untuk menjadi manusia 'normal' dengan bantuan buku petunjuk pegawai. Namun, apakah ia dapat mengubah dirinya? Akankah ia menemukan arti hidupnya?

           Penggambaran sosok Keiko-san mungkin mewakili banyak wanita. Ya, dianggap tidak normal, selalu ditanya mengenai alasan mengapa dirinya yang tak kunjung menikah dan mencari pekerjaan tetap, membuatnya sulit untuk menjadi bagian dari masyarakat pada umumnya. Ia tidak paham, mengapa orang mempemasalahkan pilihan hidupnya, sedangkan dirinya merasa baik-baik saja. 

Saya mengapresiasi penggunaan bahasa yang lugas.  Saya berkali-kali tertampar dengan pemikiran dan ketenangan Keiko-san dalam menghadapi berbagai situasi yang ia hadapi. Novel ini sarat akan kritik sosial atas orang-orang yang merasa dirinya memiliki kehidupan yang normal dan dengan mudah menghakimi mereka yang tidak mempunyai prinsip hidup yang tidak sejalan. 

              "...... Aku tak bisa mengkhianati naluriku." adalah kutipan yang tepat menggambarkan isi novel ini. Selamat membaca dan berbahagia!

Thursday, September 9, 2021

Hometown Cha Cha Cha : Manisnya Cinta di Pedesaan Korea a la FTV

    Hai teman teman, sudah lama saya tidak menulis di blog ini. Apa kabar teman-teman? Semoga kita semua senantiasa selalu dalam lindungan-Nya. Amin..

    Teman-teman, mungkin banyak diantara kalian kalau yang rajin lihat review atau cuplikan drama Hometown Cha Cha Cha, baik di Twitter, Instagram, Youtube, TikTok ataupun Netflix sebagai distributor drama ini. Ya, drama ini merupakan drama yang on going yang ringan dan sangat related dalam kehidupan sehari-hari (walaupun, Hong Du-shik yang diperankan oleh Kim Seon-ho sepertinya sulit untuk ditemui dikehidupan nyata, haha).  Oke, sekarang lanjut ke reviewnya. 

    Hometown Cha-Cha-Cha.jpg

Sumber Gambar : https://en.wikipedia.org/wiki/Hometown_Cha-Cha-Cha


*awas spoiler*

    Drama ini mengisahkan seorang dokter gigi muda bernama Yoon Hye-jin (yang diperankan oleh Shin Mina) yang mengalami masalah dengan senior sekaligus atasan di klinik tempat ia bekerja karena disinyalir sang senior me mark up perawatan yang diberikan pada pasiennya. Hal ini membuat Hye-jin marah dan secara tidak sadar, membuka keburukan seniornya di forum online dokter gigi. Walhasil, ia diputuskan dari pekerjaannya dan di black list oleh seluruh klinik di Seoul (si senior punya pengaruh besar).  

    Singkat cerita, ia akhirnya memutuskan untuk melakukan perjalanan ke pedesaan tempat ia terakhir berlibur bersama ayah dan ibunya. Di desa itulah, ia bertemu dengan seorang pria serba bisa bernama Hong Du-shik. Pertemuan mereka yang penuh dengan ketidaksengajaan ini, membuat Hye-jin mempertimbangkan dirinya untuk menetap di desa tersebut sekaligus memulai hari barunya sebagai dokter gigi disana.

    Oke, drama sejujurnya sangat sangat dikemas dengan baik. Banyak nilai yang dapat dipetik, yaitu :

1. Pentingnya membangun koneksi dengan warga sekitar, apalagi bagi seorang asing di daerahnya. Untuk itu, kenali adat istiadat dan berbaik-baiklah dengan masyarakat.

2. Percayalah, kesan pasien terhadap perawatan yang diberikan dari mulut ke mulut (masih) menjadi penentu perkembangan praktik.

3. Komunikasi penting sekali. Kemampuan untuk membujuk masyarakat yang mungkin masih menganggap bahwa kesehatan bukan prioritas utama sangat sangat diperlukan. Saya suka saat Hye-jin mencoba membujuk seorang nenek untuk melakukan perawatan.

    Dan peran Hong Du-shik disini begitu penting bagi Hye-jin. Why? Disini saya menganggap Du-shik sebagai seseorang yang punya pengaruh di daerahnya karena berkat Du-shik lah, ia bisa mendapat tempat praktik,  mendapat info mengenai pertemuan dengan warga sekitar (yang mana Du-shik harus setengah memaksa Hye-jin), dan mengenal masalah serta karakter warga sekitar. Ya, intinya semua orang disana pasti mau mendengar saran dari Du-shik. 👉 Selamat mbak Hye-jin, sasaran advokasimu sudah tepat!

    Anyway, 12 episode masih tersisa, so stay tuned! Saya tidak sabar tunggu Hye-jin dan Du-shik digosipin sedesa, hahaha.

*Ya Allah, sisakan seseorang seperti Du-shik di dunia nyata :))

Wednesday, June 30, 2021

The Midnight Library as one of (My) Reasons to Stay Alive

“Seandainya kalian diberi kesempatan untuk memperbaiki masa lalu, apa yang akan kalian lakukan?”

 

Kalimat pembuka diatas akan menjadi pembahasan dari salah satu novel karta Matt Haig berjudul ‘The Midnight Library’ atau kalau di bahasa Indonesia kan menjadi ‘Perpustakaan Tengah Malam’. Teman-teman bisa cek rating dan review buku ini di goodreads.com (karena kalau mau baca buku impor atau terjemahan, biasanya cek dari laman ini dulu).


Perpustakaan Tengah Malam (The Midnight Library) Book by Matt Haig -  Gramedia Digital

Sumber : ebooks.gramedia.com

 

*Let the spoiler begin*

Singkat cerita, seorang wanita bernama Nora Seed merasa di titik kehidupan terendahnya. Semuanya berubah semenjak kematian dari sang ayah, yang akhirnya berbuntut panjang hingga saat ini. Saat ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, tiba-tiba ia berada pada sebuah Perpustakaan Malam yang berada dibawah pengawasan pustakawati di SMAnya , yang membantunya untuk membuka hal-hal yang ia sesali dan hal-hal yang ia inginkan. Pertanyaan selanjutnya… Apakah Nora Seed mampu mendapat dan merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya?

 

Oke, saya harus akui bahwa novel ini mungkin tidak sarat akan konflik yang rumit, tapi yang menarik adalah banyaknya kutipan dari para filsuf (disini diceritakan kalau Nora Seed merupakan lulusan filsafat). 

“Satu-satunya jalan untuk belajar adalah dengan dengan hidup”

atau salah satu pernyataan anti-filsafat yang dapat dikutip

“Kau tidak perlu mengerti kehidupan. Kau hanya perlu menjalaninya.”

Novel ini bisa dikatakan ringan dan konflik yang dialami oleh Nora berkaitan dengan kehidupan kita (ya, cukup menyentuh) tapi disisi lain memang ada beberapa kalimat yang mungkin perlu dicerna secara mendalam. Setidaknya buku ini bisa dijadikan bacaan ringan menjelang tidur. Namun, saya sendiri masih bertanya-tanya, apa dan mengapa Nora Seed diberi kesempatan untuk berada di Perpustakaan Tengah Malam? Baiklah, menurut saya, ini adalah gambaran seumpama apabila kita mendapat kesempatan untuk menjalani kehidupan yang berbeda. Intinya, apapun jalan hidup yang kita tempuh saat ini adalah pilihan yang tepat dan patutlah kita selalu berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi.


Baik, terima kasih telah membaca ulasan singkat dari novel ini. 

P.S : sekarang lagi membaca buku ‘Reasons to Stay Alive’ atau ‘Alasan untuk Tetap Hidup’ dari Matt Haig juga.

Monday, June 28, 2021

Aplikasi Mencari Teman Seluruh Dunia dengan Ablo

    Program pembatasan (kembali) saat ini membuat banyak aktivitas terhenti dan akhirnya harus mencari kesibukan di dalam rumah. Mulai dari baca buku, buka media sosial, nonton film dan serial, sampai akhirnya memutuskan untuk mempelajari Bahasa Inggris. Iseng-iseng mencari rekomendasi aplikasi untuk belajar Bahasa Inggris, akhirnya pilihan jatuh pada Ablo. 

 

            Aplikasi ini bisa dibilang memiliki keamanan yang lebih tinggi dibanding aplikasi lain karena peraturan cukup ketat. Awalnya, aplikasi ini akan menawarkan kita untuk bertemu dengan berbagai masyarakat dibelahan dunia lain, seolah olah pesawat kertas. Nah, setelah akhirnya chat dan setuju untuk berteman, kita bisa menambahkan kontak dari orang tersebut ke dalam ‘message’. 

 

            Kelebihan dari aplikasi ini 

1. Kita tidak perlu mendaftarkan nomor telepon, cukup menggunakan email 

2. Kita dapat menulis pesan dengan bahasa yang kita kuasai (misalkan Bahasa Indonesia atau Inggris), kemudian akan diterjemahkan secara otomatis. Begitupula sebaliknya (walaupun ya banyak kesalahan pada terjemahannya, tapi cukup membantu) 

3. Tidak diharuskan untuk memasang profile picture 

4. Aturan yang sangat ketat. Apabila kita mendapat pesan yang kurang menyenangkan a.k.a creepy a.k.a mesum (soalnya banyak yang tetap bandel), bisa langsung dilaporkan dan akun orang tersebut dapat dibekukan bahkan mungkin tidak bisa digunakan lagi. --> review aplikasi bisa dibaca di play store 

 

            Nah, pengalaman selama 3 hari menggunakan aplikasi ini cukup menyenangkan. Bisa diperkirakan kebanyakan berusia belasan hingga akhir 20an penggunanya. Selain itu, entah kebanyakan kok laki-laki ya… Haha. Banyak topik yang menarik yang dapat dibicarakan, mulai dari COVID (ini sebagai ice breaker aja sih), agama Islam (ini keren sih, ada yang bertanya mengenai penggunaan hijab, mahram, sampai apakah boleh ke salon buat potong rambut atau tidak), basa-basi (ada yang tanya tipe laki-laki juga ada), purely mau belajar Bahasa Inggris, 

k-popers, sampai curhat tentang kesehatan mental juga ada. 

 

            Namun hal yang harus diperhatikan adalah tetap berhati-hati karena tidak sedikit alias banyak sekali akun mesum sampai harus melaporkan sebanyak 8 akun dalam 3 hari :). Sebuah pencapaian yang luar biasa bukan? 

 

            Kesimpulannya akun ini direkomendasikan untuk yang mau berkenalan dengan berbagai orang, tapi tetap patuhi peraturan, harus siapkan mental dan berhati-hati. Sekedar saran, kalau ada yang tanya informasi pribadi (mulai dari akun Facebook, nomor WA, Instagram, atau yang minta kirim foto) baiknya jangan dikasih sampai benar-benar yakin kalau orang yang kita hubungi adalah orang yang dapat dipercaya. Satu lagi, ini bukan akun untuk cari teman kencan seperti akun sebelah ya (ini sudah ditegaskan juga sama pihak moderator Ablo). 

 

            Sekian dan terima kasih, jangan lupa jaga kesehatan dan prokes selalu!

Saturday, November 14, 2020

Kultum untuk Selalu Bersyukur

 Assalamualaikum wr. wb.

    Alhamdulillahi rabbil aalamin, washalatu wasalamu ala asrafil ambyai wal mursalin waala ashabi'i ajmain. Mariah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT juga shalawat serta salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW. 

    Malam ini, saya akan membawakan tema kultum (bahkan kurang dari tujuh menit), tentang bersyukur. Seperti yang kita ketahui, kegiatan untuk melakukan work from home saat ini sangatlah mengandalkan internet. Disela-sela waktu, tak jarang kita membuka media sosial dan melihat pencapaian orang yang kita kenal. Berbagai berita bahagia yang dibagikan, adakalanya menerbitkan pikiran untuk membandingkan pencapaian diri sendiri dengan orang lain. Tanpa sadar, akhirnya kita kecewa, mudah mengeluh, dan lupa bersyukur.

    Padahal, sesungguhnya, kıta telah diberi nikmat yang amatlah tak hingga, seperti yang tercantum dalam Q.S. Ibrahim ayat 34 dan Q.S. An-Nahl ayat 18, yang artinya

    "Dan bila kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak mampu menghitungnya.."

    Ya, keadaan dimana kita bangun tidur, bernapas, melakukan aktivitas sehari-hari, melihat dan bercengkrama dengan orang yang kita sayangi, bahkan setiap kegagalan yang terjadi adalah hal yang mungkin didambakan oleh sebagian orang. Pun saya selalu teringat.. 

    Bila hendak beramal, lihatlah keatas. Bila hendak membandingkan kekayaan, lihatlah ke bawah.

    Tentu, segala nikmat dan karunia yang Allah titipkan pada kita, kelak akan dipertanggung jawabkan di akhirat. Seluruh anggota tubuh akan bersaksi atas segala kegiatan yang kita jalani di dunia. Untuk itu, selalu niatkan setiap kegiatan sebagai ibadah, selalu bersungguh-sungguh, manfaatkanlah fasilitas yang ada dan tak lupa untuk mengucap syukur, hendaklah untuk selalu belajar mengembangkan dan meningkatkan kualitas diri, serta menebar manfaat pada banyak orang. InsyaAllah, kita akan diberi nikmat yang lebih, termasuk golongan orang yang beruntung dan terhindar dari siksa api neraka.

    Demikian hal yang dapat saya sampaikan. Terima kasih dan mohon maaf apabila terdapat salah kata.

Wassalamualaikum wr. wb.


- Disusun Oleh Irna Nadhira A.

Monday, August 10, 2020

Another Insight of It's Okay to Not be Okay

 "Love heals everything.... Cinta adalah penawar terbaik untuk menyembuhkan dan mengeluarkan racun dalam tubuh." 

--- Saya rasa, inilah salah satu pesan yang ingin disampaikan penulis Jo Yong (yang juga menulis Jugglers) dalam It's Okay to Not Be Okay.

    Drama yang dibintangi oleh Kim Soo-hyun, Seo Yea-ji, dan Oh Jung-se sebagai tokoh utama ini tayang dalam platform berbayar Netflix setiap hari Sabtu dan Minggu jam 9 malam, berakhir pada 9 Agustus 2020 kemarin. Kesan saya terhadap drama ini sangat baik. Hehe... Baiklah, akan saya bahas sedikit mengenai penokohannya 


  • Moon Kang-tae, diperankan oleh Kim Soo-hyun (berperan dalam drama Moon Embracing the Sun dan My Love from The Stars) merupakan seorang laki-laki yang bekerja sebagai perawat di RS Jiwa OK. Karakternya digambarkan sebagai 'lelaki bertopeng' yang selalu memperlihatkan ketenangan.
  • Ko Moon-young, diperankan oleh Seo Yea-ji (berperan dalam drama Save Me dan Lawless Lawyer) merupakan seorang penulis dongeng pengidap Antisocial Personality Disorder. Karakternya digambarkan sebagai 'tong kosong berambut panjang dan bermata lebar'.
  • Moon Sang-tae, diperankan oleh Oh Jung-se (ahjusshi ini berperan dalam berbagai drama, hehe... intinya saya sering lihat beliau) seorang laki-laki pengidap spektrum autis yang bercita-cita sebagai ilustrator buku dan penggemar berat Ko Moon-young. Karakternya digambarkan sebagai 'lelaki yang bersembunyi dalam kardus'.
    Apabila teman-teman melihat interview maupun behind the scenenya, beberapa kali Kim Soo-hyun mengungkap bahwa ini adalah Human-Healing Drama. Ya, tema yang diangkat berupa upaya ketiga tokoh utama dalam menanggulangi rasa traumanya (terhubung satu sama lain).

    Kesan pertama, seperti biasanya, saya bingung. Haha... Akan tetapi, seiring bertambahnya episode, saya mulai masuk ke dalam alur (terutama bagian Moon Kang-tae yang mempertanyakan mengapa dirinya dalam kondisi tersebut). Harus saya akui, konfliknya menguji adrenalin saya. Disana saya menyadari bahwa emosi manusia sedemikian kompleksnya untuk berubah ke arah yang dinginkan.

    Ko Moon-young pun mengalami hal yang sama. Perempuan yang katakanlah tidak memiliki empati, berubah menjadi pribadi yang hangat dan mengerti sesamanya. Peran ini benar-benar cocok untuk seorang Seo Yea-ji (salah satu aktris favorit saya). 

    Tapi saya akan memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Oh Jung-se yang memerankan karakter pengidap spektrum autis... Huhu, perannya benar-benar terhubung dengan apa yang saya rasakan. Seorang manusia yang mungkin dipandang sebelah mata, justru memberi kekuatan yang tidak diduga oleh sekitarnya.

    Tokoh pendukung lain pun turut serta memberi warna dan kekuatan tersendiri untuk sang tokoh utama. 

    Dengan demikian, walaupun rating drama di TVN tidak seperti yang diharapkan, saya mengharapkan teman-teman untuk menonton drama ini.



Spesial untuk Hyunji Shipper garis keras...




(Gambar diambil dari berbagai sumber)